Tuesday, May 30, 2017

Cerita Renungan



Kisah Penjual Tempe
ilustrasi sumber google
Ada seorang hamba Tuhan asal Surabaya, yang  menceritakan kesaksian seorang ibu penjual tempe. Peristiwanya terjadi di sebuah desa di Jawa Tengah.
Adalah seorang ibu setengah baya yang sehari-harinya berjualan tempe buatan sendiri di desanya. Pada suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke pasar untuk menjual tempenya, ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari kacang kedele masih belum jadi tempe alias masih setengah jadi. Ibu ini sangat sedih hatinya, sebab jika tempe tersebut tidak jadi berarti ia tidak akan mendapatkan uang karena tempe yang belum jadi tentunya tidak laku dijual. Padahal mata pencaharian si ibu hanyalah dari menjual tempe saja agar ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu yang memang aktif beribadah di gerejanya teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lalu ia pun menumpangkan tangannya di atas tumpukan beberapa batangan kedele yang masih dibungkus dengan daun pisang tersebut. "Bapak di Surga, aku mohon kepadaMu agar kedele ini menjadi tempe. "Dalam nama Yesus, Amin". Demikian doa singkat si Ibu yang dipanjatkannya dengan sepenuh hati. Ia yakin dan percaya pasti Tuhan menjawab doanya. Lalu, dengan tenang ia menekan-nekan bungkusan bakal tempe tersebut dengan ujung jarinya. Dengan hati yang deg-deg-an ia mulai membuka sedikit bungkusannya untuk melihat mukjijat kedele jadi tempe terjadi. Namun apa yang terjadi? Dengan kaget dia mendapati bahwa kedele tersebut masih tetap kedele! Si Ibu tidak kecewa. Ia berpikir bahwa mungkin doanya kurang jelas didengar Tuhan. Lalu kembali ia menumpangkan tangan di atas batangan kedele tersebut. "Bapa di surga, aku tahu bahwa bagiMu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari ini aku bisa berdagang tempe karena itulah mata pencaharianku. Aku mohon dalam nama Yesus jadilah ini menjadi tempe. Dalam nama Yesus, Amin." Dengan iman iapun kembali membuka sedikit bungkusan tersebut. Lalu apa yang terjadi? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedele tersebut ??? ... masih tetap begitu!
Sementara hari semakin siang dimana pasar tentunya akan semakin ramai. Si ibu dengan tidak merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa bagaimanapun sebagai langkah iman ia akan tetap pergi ke pasar membawa keranjang berisi barang dagangannya itu. Ia berpikir mungkin mujijat Tuhan akan terjadi di tengah perjalanan ia pergi ke pasar. Lalu iapun bersiap-siap untuk berangkat ke pasar. Semua keperluannya untuk berjualan tempe seperti biasanya sudah disiapkannya. Sebelum beranjak dari rumahnya, ia sempatkan untuk menumpangkan tangan sekali lagi. "Bapa di surga, aku percaya Engkau akan mengabulkan doaku.Sementara aku berjalan menuju pasar, Engkau akan mengadakan mukjijat buatku. Dalam nama Yesus, Amin." Lalu ia pun berangkat.
Di sepanjang perjalanan ia tidak lupa menyanyikan beberapa lagu puji-pujian. Tidak lama kemudian sampailah ia di pasar. Dan seperti biasanya ia mengambil tempat untuk menggelar barang dagangannya. Ia yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Lalu iapun membuka keranjangnya dan pelan-pelan menekan-nekan dengan jarinya bungkusan tiap bungkusan yang ada. Perlahan ia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Ternyata saudara-saudara ................. tempenya benar-benar ... belum jadi!
Si Ibu menelan ludahnya. Ia tarik napas dalam-dalam. Ia mulai kecewa pada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Ia merasa Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan kepadanya. Ia hidup hanya mengandalkan hasil menjual tempe saja. Selanjutnya, ia hanya duduk saja tanpa menggelar dagangannya karena ia tahu bahwa mana ada orang mau membeli tempe yang masih setengah jadi.
Sementara hari semakin siang dan pasar sudah mulai sepi dengan pembeli. Ia melihat dagangan teman-temannya sesama penjual tempe yang tempenya sudah hampir habis. Rata-rata tinggal sedikit lagi tersisa. Si ibu tertunduk lesuh. Ia seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan hidupnya hari itu. Ia hanya bisa termenung dengan rasa kecewa yang dalam. Yang ia tahu bahwa hari itu ia tidak akan mengantongi uang sepeserpun. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sapaan seorang wanita. "Bu?..! Maaf ya, saya mau tanya.  Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi? Soalnya dari tadi saya sudah keliling pasar mencarinya." Seketika si ibu tadi terperangah. Ia kaget. Sebelum ia menjawab sapaan wanita di depannya itu, dalam hati cepat-cepat ia berdoa "Tuhan, saat ini aku tidak butuh tempe lagi. Aku tidak butuh lagi. Biarlah daganganku ini tetap seperti semula. Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, Amin."
Tapi kemudian, ia tidak berani menjawab wanita itu. Ia berpikir jangan-jangan selagi ia duduk-duduk termenung tadi, tempenya sudah jadi. Jadi ia sendiri saat itu dalam posisi ragu-ragu untuk menjawab ya kepada wanita itu. "Bagaimana nih?" ia pikir. "Kalau aku katakan iya, jangan-jangan tempenya sudah jadi. Siapa tahu tadi sudah terjadi mukjijat Tuhan?" Ia kembali berdoa dalam hatinya, "Ya Tuhan, biarlah tempeku ini tidak usah jadi tempe lagi. Sudah ada orang yang kelihatannya mau beli. Tuhan, tolonglah aku kali ini. Tuhan dengarkanlah doaku ini.." ujarnya berkali-kali. Lalu, sebelum ia menjawab wanita itu, ia pun membuka sedikit daun penutupnya. Lalu ? apa yang dilihatnya Saudara-Saudara ??? Ternyata ?? ternyata? memang benar tempenya belum jadi! Ia bersorak senang dalam hatinya. Puji Tuhan..Puji Tuhan, katanya.
Singkat cerita wanita tersebut memborong semua dagangan si Ibu itu. Sebelum wanita itu pergi, ia penasaran kenapa ada orang yang mau beli tempe yang belum jadi. Ia bertanya kepada si wanita. Dan wanita itu mengatakan bahwa anaknya di Yogya mau tempe yang berasal dari desa itu. Berhubung tempenya akan dikirim ke Yogya jadi ia harus membeli tempe yang belum jadi, supaya agar setibanya di sana tempenya sudah jadi. Kalau tempe yang sudah jadi yang dikirim maka setibanya di sana nanti tempe tersebut sudah tidak bagus lagi dan rasanya sudah tidak enak. Apa yang bisa kita simpulkan dari kesaksian sederhana?
Pertama : Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan pada waktu kita berdoa padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan.
Kedua : Tuhan menolong kita dengan caraNya yang sama sekali di luar perkiraan kita sebelumnya.
Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan
Keempat : Percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doa kita sesuai dengan rancanganNya.
                                                                                            Dikutip dari: Artikel Air Hidup

komik shinchan fol 1 #2










Monday, May 29, 2017

Harvest Moon Back To Nature, nostalgia baper2an pas masa jayanya.....

 Kalo kita sering di tanya orang, game apa sih yang paling berkesan? pasti salah satu yang masih nempel adalah game ini nih, apa lagi kalo bukan game Harvest Moon Back To Nature atau selanjutnya disingkat HMBTN.
Apa lagi sih yang mau di omong, kalo isinya nih game adalah game tentang kehidupan sehari-hari.
Bicara soal HMBTN, pada masa jayanya sangat populer, bahkan nih ya, yang udah dewaa sekarang aja sampai masih main ini game ( kadang saya juga sih). bosen emang, tapi ntar beberapa bulan setelah bosen pengen lagi. pertanyaannya, apa generasi sekarang tau ya tentang asyiknya mainin ini game.

Apa sih asyiknya ini game, pasti yang udah ahlinya ini game bisa jawab, hehe yup!! bener banget, dari membangun, menikah, punya anak, berbagi, cariin itu Power Berrys, beternak, cocok tanam, sampek resep-resep makanan dan perlengkapan dapur aja harus di cari, dan yang ga kalah penting adalaaaaaahhhh MISTERI di game ini....hihihihihihihihi...

yup misteri yang admin masih penasaran itu ada 3, yaitu

1.Pelihara Musang

Selain kuda dan anjing, ternyata ada hewan satu lagi nih gan, MUSANG. Konon katanya, kita harus melepas seekor saja ayam kita di lahan pertanian dengan dikelilingi balok kayu sebagai pagar dalam jarak tertentu. Membiarkan hal ini terjadi selama berhari-hari akan mengundang musang di suatu malam. kita bisa menangkap dan memeliharanya setelah sebuah cut-scene pendek tercipta. Katanya..

2. Rumah Tingkat Dua

katanya sih, kalau kita udah kaya, udah upgrade sampai bener-bener terakhir, alias rumah kaca, kita bisa tuh minta d bangun lagi itu ladang n rumah, alias upgrade. Tapi sayangnya ini cuma rumor, haha

3. Endingnya

Kalo di luar sana banyak yang bilang macem-macem tentang ending ini game, haha, g percaya saya, menurut saya dan beberapa opini orang yang saya asal aja tanya-tanya, ini ending ya di tahun ke-3 ada 2 kemungkinan, kalo happy ending, ya kita tetep lanjutkan ini game, muter aja tiap tahunnya gitu gitu aja, alias di terima, kalau Bad ending, ya kita di usir. hehe.

Nah, cukup sekian ya, kalo masih pengen mainin ini game gampang, nih admin kasih web tempat download emulator dan game nya, www.downarea51.com disearch aja ya ... ok deh, sampai disini ulasan nostalgianya....



KOMIK Shinchan Vol.1 yg nostalgia..monggooo





HUMOR

Seorang nenek berjalan di tengah hutan, tanpa sadar, ternyata ada seekor harimau yang mengikutinya.
sontak saja, si nenek berjalan dengan sangat cepat.
Setelah cukup jauh berjalan, si nenek sudah sadar, kalau si harimau sudah tertinggal darinya, dia pun heran sendiri " kok si harimau ga bisa kejar saya ya?, kan saya tua dan lambat", pikir nenek itu.

Sesampainya di desa, nenek itu masih heran, dan warga desa bertanya-tanya, " kenapa nenek terlihat heran?" kata salah seorang warga kepadanya.

si nenek menceritakan dengan seksama, dan pada akhirnya, para warga menjawab,

" jelas aja ga akan terkejar nek, nenek berjalan dengan kecepatan 80 km/jam, kan nenek pakai KLOMPEN ULTRA 3000 HIGH PERFORMENCE SPEED NITRO RAMAH LINGKUNGAN"

si nenek menjawab " oh, iya saya lupa, bentar saya JAGRAG dulu ya, takut jatuh".

crayo shinchan vol 2#1